Daftar isi

KASIH BAGI DUNIA YANG TERHILANG

(LOVE FOR A LOST WORLD)

 

Dr. W. A. Criswell

 

03-01-87

Yohanes 3:16

 

            Kami mengucapkan selamat bergabung dengan kami kepada anda semua, dalam ibadah yang dilakukan oleh Gereja First Baptist Dallas. Ini adalah pendeta yang sedang menyampaikan khotbah yang berjudul, KASIH BAGI DUNIA YANG TERHILANG. Ini adalah khotbah yang didasarkan atas sebuah teks yang terkemuka di dalam Alkitab dan kalimat yang terbesar di dalam sejarah literatur manusia.

            Yohanes 3:16 dan beberapa ayat sebelum dan sesudah ayat itu di dalam Yohanes pasal 3: “Dan sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal.

“Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini,” maukah anda membacanya bersama-sama dengan saya?

Mari kita membacanya bersama-sama: “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia. Barangsiapa percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum; barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam nama Anak Tunggal Allah.”  

            Dunia, alam semesta, seluruh ciptaan, baik yang ada di atas maupun yang ada di bawah serta yang disekeliling kita—semuanya telah jatuh dan dibawah kutuk dosa. Bintang-bintang yang mati, planet-planet yang gelap, dan daerah yang panas yang kita tinggali ini, dengan padang gurunnya, kutub es—dan semua kejatuhannya. Semuanya.  Dan umat manusia yang mendiami dunia ini telah rusak dan terhilang di dalam kegelapan.

Mengapa Allah tidak melewatkannya? Mengapa Allah harus peduli terhadap sebuah alam semesta yang telah jatuh dan sebuah umat manusia yang telah jatuh? Mengapa Allah tidak melewatkannya?

            Dalam gereja saya yang pertama dalam sebuah wilayah yang sangat jauh, saya memiliki seorang diaken yang sangat saleh. Istrinya yang bermain piano. Mereka memiliki seorang anak, seorang yang masih muda, seorang yang sangat nakal, lebih dari apa yang anda bayangkan. Di dalam membela dia di pengadilan dan untuk meminta pengampunan atas perampokan yang dilakukan oleh anak itu, mereka telah kehilangan semua yang mereka miliki. Mereka bahkan menggadaikan pertanian mereka yang sangat indah.

            Dan saya bertanya kepada mereka, ayah dan ibunya, “Mengapa kalian tidak membiarkannya pergi? Mengapa menghabiskan seluruh kekuatan hidup kalian dan segala sesuatu yang kalian miliki untuk seorang anak yang tidak berguna?”  

            Dan mereka berkata, “Tetapi dia adalah putra kami, anak kami. Dan anda masih muda. Dan jika anda memiliki seorang anak, anda pasti akan mengerti.”

            Kasih dan pencarian Allah di Taman Eden: “Adam, dimanakah engkau? Mencari manusia yang telah jatuh ke dalam pemberontakan.

            Seluruh kovenan lama, Perjanjian Lama adalah seperti itu—teringkas di dalam Hosea, yang memiliki istri yang meninggalkannya, masuk ke dalam sebuah dunia susila dan yang rusak dan akhirnya menjadi seorang budak. Dan Hosea merupakan gambaran dari Allah, membuat sebuah cara untuk menebus dan membeli kembali istrinya yang telah menjadi budak. 

Atau Yesus dari kovenan yang baru, Perjanjian Baru, datang ke dalam dunia untuk mencari dan menyelamatkan kita semua yang telah hilang.

            Atau kisah dari iman Kristen selama berabad-abad. Mengirim rasul-rasul dan misionari dan para martir hingga ujung dunia—mencari orang-orang yang mengasihi Allah.

            Salah satu bagian yang indah dari tulisan Rasul Paulus terdapat di dalam, Efesus pasal tiga: Dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus—dengan pemahaman yang melampaui banyak hal?

Sangat luar biasa! Kasih Allah di dalam Kristus tidak dapat diukur. Seperti pasir di tepi pantai. Melampaui batas. Bagaimana anda dapat menjelaskannya atau masuk ke dalamnya?

Apakah anda pernah mendengar kisah tentang Harry Morehouse?  Dwight L. Moody  menutup kebaktian kebangunan rohaninya di Birmingham, Inggris.  Dan mereka berkumpul di sekelilingnya untuk mengucapkan selamat tinggal saat dia kembali ke Amerika.

            Seorang muda yang berada dalam kelompok itu—seorang pengikut yang masih sangat muda—bernama Harry Morehouse.

            Dia berkata kepada D.L. Moody, “Saya akan pergi ke Amerika. Dan ketika saya melakukan hal itu, saya akan berkhotbah untuk anda.” Biasanya anda tidak menawakan diri anda untuk berkhotbah di mimbar orang lain. Seseoranglah yang harus mengundang anda. Tetapi itulah yang telah dia sampaikan.

Dan Moody menjawab dengan penuh penghargaan, “Baiklah, ketika anda datang ke Amerika, anda pasti akan berbicara bagi kami. Kami menyambut anda.”

Enam bulan kemudian, D.L. Moody yang berada di Chicago menerima sebuah panggilan telepon dari seorang Harry Morehouse di Kota New York.  Anak muda itu berkata kepada Moody, “Saya telah datang ke Amerika. Saya berada di New York. Saya akan berada di Chicago pada hari Rabu dan akan berkhotbah bagi anda pada Rabu malam.”

            Ketika Rabu tiba, Moody harus pergi untuk sebuah perjalanan. Jadi, dia berkata kepada diaken-diakennya, “Ada seorang muda yang akan datang kemari namanya Harry Morehouse dari Birmingham, Inggris.  Dan anda panggillah dia untuk menyampaikan beberapa kata-kata.”

            Apa yang terjadi ketika mereka memanggil anak muda itu, dia berdiri di sana dan berkhotbah. Dia menyampaikan sebuah khotbah. Dia berkhotbah dari Yohanes 3:16. Dan ketika ibadah itu selesai dan undangan telah diberikan, ada sepuluh orang yang diselamatkan. Itu adalah sebuah waktu yang luar biasa.

            Jadi diaken-diaken berkata kepada orang muda itu, “Kita akan mengadakan ibadah besok malam. Dan anda akan berkhotbah untuk kami.”

Malam Kamis datang, orang muda itu berkhotbah atas teks yang sama. Dan ada sekitar lima belas orang yang diselamatkan. Itu adalah sebuah jam yang luar biasa.

            Mereka berkata, “Kita akan mengadakan ibadah pada hari Jumat malam. Dan anda yang akan berkhotbah.”

Anak muda itu berdiri dan teks yang sama: “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini.” Dia memberikan undangan. Dan di sana ada dua puluh lima orang yang diselamatkan. Hal itu sangat menakjubkan.

            Mereka berkata, “Kita akan mengadakan ibadah Sabtu malam. Dan anda akan berkhotbah pada hari Sabtu malam.” Pada hari Sabtu, D.L. Moody kembali ke Chicago. Dan istrinya berkata kepadanya, “Sayang, kami sedang berada di tengah-tengah kebangunan rohani yang luar biasa, sebuah kebangunan rohani yang sangat indah. Orang-orang diubahkan, mereka bertobat.” Dan dia berkata, “Ketika kamu akan mengunjungi ibadah itu, kamu akan bertobat. Kamu akan diubahkan.” Moody tersinggung, dan berkata, “Saya telah berkhotbah selama dua puluh tahun. Dan kamu berkata bahwa saya akan bertobat?” 

            "Ya," kata istrinya. “Kamu akan lihat.”

            Kemudian, ketika dia datang ke ibadah Sabtu malam, dia duduk di depan. Dia lterlihat sangat kritis—duduk di sana dengan agak mencemooh. Akan tetapi, ketika anak muda itu berkhotbah ada sekitar tiga puluh orang yang diselamatkan. Hal itu sangat luar biasa. Pemuda itu tetap berkhotbah  setiap malam di gereja itu atas teks yang sama selama enam minggu berturut-turut—enam minggu berturut-turut dalam sebuah kebangunan rohani yang besar, sebuah pencurahan dari Roh Kudus Allah. 

            Ketika hal itu berakhir, Moody berkata, “Istri saya benar. Saya mendapat pertobatan. Saya telah berubah.” Dia berkata, “Sebelum ini, saya telah berkhotbah di atas Sinai, di balik salib. Neraka dan penghukuman, nyala api, kegeraman dan guntur serta kilat. Tetapi,” katanya, “Saya telah berubah. Saya telah bertobat. Sekarang saya akan berkhotbah di sisi lain dari salib, kasih Allah, darah Yesus dan pencurahan dari Roh kasih dan pengantara.” 

            Betapa itu merupakan hal yang sangat indah! “Allah sangat mengasihi dunia.”

Ada tiga kata untuk dunia. Yang pertama adalah ge.  G‑e.  Kata ‘geografi’ anda.  Graphe—‘menulis bagian dunia.   Ge.  Ge adalah sebuah kata yang merujuk kepada debu tanah, substansi dari bumi.

            Kata yang kedua adalah  oikoumene.  Oikoumene  mengacu kepada dunia yang didiami.

            Sebuah kata yang ketiga adalah kosmos.  Kosmos, hal itu mengacu kepada seluruh ciptaan Allah, kemuliaanNya dan karyaNya yang baik. Kata ‘kosmetik’ berasal dari kata itu. Keindahan. Hal terbaik yang dapat dilakukan oleh Allah.

            Dan itu adalah kata yang terdapat di dalam bagian ini: “Allah sangat mengasihi kosmos, dunia, karya terbaikNya, ciptaannya yang mulia.

Tetapi segala sesuatu yang kita lihat di dalam dunia ini menyangkal kasihNya dan kehadiranNya. Allah terlihat sangat terpisah dari alam semesta ciptaanNya. Hukum dari penciptaan sangat keras dan tidak berkepribadian—mereka keras dan tak ada hentinya. Badai yang bertiup dan alam seringkali sangat jahat. Dan Allah sepertinya terlihat sangat jauh sekali.

            Sebuah kisah dari perang dan pertumpahan darah dan pembunuhan dan terorisme dan penyakit yang universal dan akhirnya kematian—bagaimana Allah yang berada di dalam kasih melihat ke atas hal itu dan memisahkan diriNya dari hal itu? Bagaimana Allah dapat  dan berkata bahwa Dia mengasihi dunia?

Itu adalah kehadiran dari Roh Tuhan di dalam hati kita untuk melihat Dia melampaui usia kita dan kematian kita, untuk melihat kehadiran Allah di balik alam semesta kita yang telah jatuh.

            Tahukah anda—pernahkah anda mendengar sebuah himne yang sangat indah, “Kasih Dari Allah” Tahukah anda di mana lagu itu, dari mana syair itu, lirik itu berasal?          Seorang yang malang—seorang yang malang meninggal dalam sebuah rumah sakit jiwa. Dan ketika mereka membawa tubuhnya untuk dikuburkan dalam sebuah tempat di pemakaman, di atas dinding kamarnya di dalam rumah sakit itu terdapat tulisan dari syair ini:

Kasih dari Allah

Jauh melampaui dari semua hal

Dari yang pernah disebutkan oleh setiap lidah yang yang pernah ditulis oleh setiap pena

Jauh melampaui

Bintang yang paling tinggi

Dan menjangkau neraka yang paling rendah

 Dan dapat kita warnai dengan tinta yang sepenuh lautan

Dan  langit

Yang menjadi perkamen

Dari sebuah pena yang ada di seluruh bumi

 Dan setiap manusia

Yang berasal dari mana pun

Untuk menulis di atas kasih Allah

Akan mengalir ke samudera yang kering

Bahkan gulungan –gulungan

 Akan tercakup seluruhnya

Yang dibentangkan dari ujung langit ke ujung langit

Oh kasih dari Allah

Betapa kaya dan murni

Betapa penuh nilai dan kekuatan!

Yang akan abadi sampai selama-lamanya

Nayanyian orang suci dan para malaikat

Allah sangat mengasihi dunia

Sehingga ia telah memberikan

AnakNya yang tunggal.

            Anda tahu, itu adalah sebuah hal yang asing. Di dalam Alkitab versi Revised Standard yang diterbitkan oleh the National Council of Churches,  mereka mengeluarkan kata “satu-satunya.”

Monogene, ‘satu-satunya,’ ‘yang tunggal.’  Monogene.

            Dan ketika mereka ditanya, “Mengapa kalian mengeluarkannya?” Mereka berkata, “Hal itu tidak penting. Itu terlalu berlebih-lebihan, sangat pleonastik.” Kemudian mereka mengeluarkan monogene.  Tetapi Allah meletakkan hal itu di sana. “Yang tunggal.”

            Dan alasan dari Allah meletakkan hal itu di sana adalah untuk menekankan karunia yang sangat berharga yang telah Dia buat untuk penebusan kita dan keselamatan kita. Anda lihat bahwa Yesus adalah Allah yang berinkarnasi.

            Dia adalah Allah yang telah menjadikan kita, yang telah menciptakan kita. Allah menempatkan ke dalam diriNya gambar kita, bentuk kita dan kehidupan kita. Dan dia menangis dengan air mata kita. Dan Dia menderita atas luka-luka kita.

            Dan Dia tinggal di dalam kehidupan kita. Dan Dia telah mati sebagai orang yang paling dizalimi yang pernah ada. Dia mati di dalam kematian kita. Dia telah melakukannya. Dan Dia memberikan nyawaNya untuk itu—sebagai tebusan bagi kita, sehingga kita beroleh kebebasan.

            Allah tidak pernah memberikan sebuah planet atau sebuah alam semesta atau sebuah bintang atau samudera atau pegunungan. Dia memberikan diriNya sendiri. 

Dapatkah saya mengilustrasikan hal itu? Saya besar di daerah barat di Oklahoma—tumbuh besar di sana saat saya masih anak-anak, dan sebagai seorang bocah. Dan pada masa itu, di sana ada seorang misionaris dikirim ke salah satu daerah dari suku Indian di daerah barat Oklahoma. Dia membawa kemahnya dan mendirikannya serta mengundang seluruh suku Indian untuk datang ke pertemuan kebaktian rohani tersebut. Ketika dia berkhotbah di bawah kemah itu—dia berkhotbah tentang kasih Allah di dalam Kristus Yesus—seorang Indian tua yang merupakan kepala suku berdiri dan berjalan, mengambil poninya, datang dan mengikatkannya ke salah satu tiang tenda, datang dan berdiri di depan misionari dan berkata, “Misionari, kepala suku Indian memberikan poninya kepada Yesus.” Misionari itu tidak memberikan perhatian kepadanya dan tetap berkhotbah tentang kasih Allah.

            Kepala suku yang tua itu berdiri kembali. Kali ini maju ke depan dan meletakkan kapak tomahawk di bawah kaki misionari, dan berkata, “Misionari, kepala suku Indian memberikan tomahawknya kepada Yesus.” Misionari tidak memperhatikannya dan tetap berkhotbah tentang kasih Allah.

            Kepala suku itu berdiri kembali dan kali ini maju ke depan, dia menjatuhkan dirinya dan berlutut serta melihat ke arah wajah misionari dan berkata, “Misionari, kepala suku Indian, memberikan dirinya sendiri kepada Yesus.” Itulah Allah.

            Itulah Allah. Dia memiliki dunia ini dan seluruh alam semesta dan segala sesuatu yang berada di dalamnya. Tetapi semua ini tidak cukup. Semua ini tidak cukup untuk menebus manusia yang dia kasihi, dunia yang Dia ciptakan.

            Dia memberikan diriNya sendiri, AnakNya, Allah yang berinkarnasi “Sehingga setiap orang yang percaya kepadaNya tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal.”  Setiap orang!

            Oh, Allah yang terkasih, bagaimana mungkin itu terjadi? Tanpa ragu Paulus berkata bahwa hal itu melampaui akal. Melampaui pemahaman. Melampaui pengetahuan. Saya dapat mengerti bagaimana kita dapat menjadi ramah dan baik bagi orang-orang yang berbuat baik terhadap kita. Saya dapat mengerti bagaimana kita dapat menjadi baik dan mengasihi orang-orang yang ramah dan baik serta memberikan reaksi yang positif kepada kita. Saya dapat mengerti hal itu. Tetapi, O Tuhan Allah, ketika Engkau berkata “setiap orang, setiap orang,’ hal itu berarti termasuk orang-orang yang rendah dan yang rusak total, orang-orang yang kotor,  buruk dan hina. 

            Tuhan Allah, bagaimana Engkau melakukan hal itu? Itu adalah kuasa dan kekuatan dari pemberitaan Injil Anak Allah. setiap orang!

            Di dalam sebuah tempat yang kumuh, bagian yang buruk dari San Francisco, Dr. Ironside yang berasal dari the Moody Church di Chicago sedang berkhotbah di jalan. Dan bersama dengan dia ada sebuah band seperti bala Keselamatan.

            Dan ketika dia berkhotbah, salah satu pria yang ada di jalan itu berdiri dan menginterupsi serta berkata, “Semua yang anda sampaikan itu adalah bohong. Saya menantang anda di tempat itu, pada esok hari, pada jam yang sama untuk berdebat dengan anda. Saya akan berada di sini. Dan anda akan berada di sini. Dan kita akan berdebat tentang hal ini, tentang hal yang anda khotbahkan ini yaitu tentang kasih Allah.” Dan Dr. Ironside membalas, “Saudaraku, saya sangat senang untuk bertemu dengan anda di sini. Di tempat ini pada jam yang sama. Kita akan berdebat tentang realitas Tuhan Allah dan kasihNya bagi kita. Saya hanya meminta satu syarat, hanya satu syarat.” 

            Ironside berkata, “Saya akan berada di sini besok, di tempat yang sama dan jam yang sama. Dan saya akan membawa beserta dengan saya, seratus orang yang malang, yang telah diangkat dan diselamatkan serta dibebaskan oleh anugerah dari kasih Allah di dalam Kristus Yesus, yang telah diselamatkan oleh Dia yang telah tersalib. Saya akan berada di sini. Dan saya akan membawa seratus orang  yang telah diangkat dari lubang yang gelap dan yang telah berjejak di atas karang. Saya akan berada di sini dengan seratus orang. Dan anda akan berada di sini dengan seratus orang yang telah anda angkat dan selamatkan dengan kuasa dari injil atheisme dan kekafiran. Dan kita akan bertemu di tempat ini pada jam yang sama.” 

            Orang kafir itu terdiam, dan dipenuhi dengan rasa malu serta pergi.

Di mana anda akan menemukan seratus orang di dunia yang tenggelam di dalam dosa serta rusak total, telah diselamatkan oleh injil kekafiran dan atheisme? Di mana anda akan menemukan hal itu?

Saudaraku, setiap saat dan di setiap tempat di dalam dunia ini, saya dapat membawa ribuan dan ribuan orang yang telah diselamatkan oleh kemuliaan dan kuasa dan kehadiran serta anugerah dari kasih Allah di dalam Kristus Yesus.

Itu adalah sebuah keajaiban. Itu adalah sebuah hal yang tidak dapat dipahami seperti kata Paulus. Hal itu melampaui pengetahuan.

Saya telah berada di Afrika. Saya sedang mengikuti salah satu misionari kita yang merupakan dokter medis.

            Oh, saudara yang terkasih, di daerah yang luas itu, di salah satu tempat di Afrika itu di Nigeria, banyak ditemukan penderita kusta, dan mereka menolak orang-orang ini. Setiap desa, setiap kota, setiap tempat, orang yang sakit kusta dibuang. Dibuang hingga sekarat, kedinginan, dan kelaparan. Orang-orang yang menderita sakit kusta. 

Apa yang dilakukan oleh dokter itu adalah mengumpulkan orang-orang itu. Dia mengumpulkan mereka di sebuah tempat yang anda sebut sebagai perkampungan suku. Di dalam sebuah celah yang besar di Nigeria, dia mengumpulkan mereka dalam sebuah perkampungan-perkampungan yang tersebar di banyak tempat. 

            Dan saya berpergian dengan dia, mengunjungi orang-orang yang berada di perkampungan itu. Sekali dalam sebulan, dia melayani orang-orang  penderita kusta ini.    Saya tidak dapat menjelaskan kepada anda tentang apa yang saya rasakan—hanya melihat mereka, hanya menontonnya. Apa yang terjadi pada penderita kusta adalah, satu demi satu dari bagian tubuh mereka yang terkena kusta akan berguguran. Itu adalah sesuatu yang sulit untuk dipikirkan.

            Dan dia mengumpulkan seluruh orang-orang malang itu dan menempatkan mereka dalam perkampungan yang telah disediakan itu dan merawat mereka. Melayani mereka dan saya hanya dapat berdiri di sana dan mengamati mereka.

            Bagaimana anda dapat menjelaskan kasih Allah yang menjangkau orang-orang yang  rusak dan yang menderita penyakit seperti itu? Tetapi itulah sebabnya Allah berkata ‘setiap orang.’ Setiap orang!

            Mereka semua adalah umat Allah yang terhilang, manusia yang sudah rusak. Dan termasuk juga saya. Setiap orang. “Setiap orang yang percaya kepadaNya.” Caranya sangat jelas dan sederhana.

            Yesus mengilustrasikannya dalam bahasanya sendiri: “Dan sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal.”

            Cara untuk diperdamaikan, penebusan adalah di dalam penerimaan, di dalam kepercayaan, di dalam keyakinan. Sangat jelas dan sederhana yaitu dengan membuka hati anda kepada kasih karunia dan anugerah dari Allah. Dan Dia telah mengilustrasikannya.

            Saya dapat dengan mudah membayangkannya, sangat mudah, di tengah-tengah perkemahan itu, di datangi oleh ular yang sangat beracun. Mereka ada di mana-mana. Itu adalah sebuah hukuman dari Allah—kematian ada di mana-mana.

            Saya dapat membayangkan dengan mudah, seseorang yang digigit oleh reptil yang sangat beracun itu. Dan tubuhnya membengkak keracunan dan sekarat. Dan seseorang berlari kepadanya dan berkata, “Oh, oh, oh! Di tengah-tengah perkemahan Musa telah menaikkan seekor ular tembaga. Dan saudaraku, jika engkau melihatnya maka engkau akan hidup.”

            Hanya melihat! Hanya melihat! Ada kehidupan bagi seseorang yang melihat kearah Dia yang telah tersalib. Ada kehidupan bagi anda dalam kesempatan ini. Tetapi anda harus melihat, memandang kepada Dia dan menjadi selamat, melihat kepada Dia yang telah dipaku ke atas salib!

            Hanya melihat! Hanya melihat! Ada kehidupan bagi seseorang yang memandang kepada Dia yang telah disalib. Hanya dengan melihat! Barangsiapa yang melihat, akan percaya, akan yakin sehingga tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal.

            Betapa merupakan sebuah hal yang sangat mengagumkan!

Kata ‘binasa’ itu memiliki arti geena—di mana ulatnya tidak akan mati dan apinya tidak akan padam. Itu berarti sebuah kegelapan yang terpisah. Itu berarti neraka dan penghukuman.

            O Allah, ketika saya berdiri di hadapanMu pada hari penghakiman, O Allah bermurah hatilah terhadapku! Untuk menghabiskan sebuah kekekalan di dalam penghukuman dan kegelapan dan keterpisahan serta penderitaan dan nyala api dan neraka—

            O Alllah bermurah hatilah untukku! Sehingga kami tidak akan binasa melainkan beroleh hidup yang kekal. Itu merupakan sebuah hal yang luar biasa di Yohanes menggunakan kata itu, aionios, aionios. Kekal, selama-lamanya. Dia selalu menggunakan kata itu dengan kata ‘hidup.’ Tidak pernah ada sebuah pengecualian utuk itu.

            Hal itu selalu selama-lamanya, hidup yang kekal. Dan dia sedang berbicara tentang kehidupan di masa yang akan datang. Dan dia berbicara tentang hal itu sebagai sebuah kepemilikan pada masa yang akan datang. “Setiap orang yang percaya akan beroleh hidup yang kekal—hidup yang aionios.

            Tuhan Allah, betapa merupakan sebuah berkat yang luar biasa yang telah Engkau persiapkan bagi kami! Saudaraku, ada sebuah tempat bagi anda di dalam sorga. Sebuah pintu yang terbuka dengan lebar. Ada sebuah tempat bagi anda di pesta pernikahan Anak Domba. Mari dan datanglah! 

Ada sebuah rumah bagi anda di kota Allah. Allah membuatnya untuk anda.

Dan ada sebuah tempat dari pelayanan dan ibadah bagi anda di dalam gerejaNya yang penuh kasih—di dalam keluarga Allah, di dalam tubuh Kristus. Datanglah!

            Roh dan pengantin perempuan itu berkata, Marilah!” Dan barangsiapa yang mendengarnya hendaklah berkata, “Marilah!”

            Dan biarlah mereka yang haus datang.

Dan barangsiapa yang mau, datanglah! Datanglah! Setiap orang—itu adalah saya, itu adalah kita, itu adalah anda. Dan barangsiapa yang mau, biarlah dia datang!

            O Allah, tanpa kehilangan satu orang pun, semoga kami semua menjawab panggilan terhadap nama kami di hari akhir yang mulia itu, ketika Allah memanggil di dalam kemuliaan.

Sekarang, bolehkah kita berdoa?

 

Alih bahasa: Wisma Pandia, Th.M.