APAKAH YESUS AKAN DATANG KEMBALI?

(IS JESUS COMING AGAIN?)

 

Dr. W. A. Criswell

 

11-21-82

 

Yohanes 14:3

 

Kami mengucapkan selamat datang bagi anda semua yang sedang mendengarkan ibadah ini baik melalui siaran radio the Sonshine Station of KCBI maupun radio the Great Voice of the Southwest, KRLD. Anda sedang bergabung  di malam ibadah penginjilan bersama dengan jemaat dari Gereja First Baptist Dallas. Dan ini adalah Pendeta yang sedang menyampaikan khotbah yang berjudul: Apakah Yesus Akan Datang Kembali?

Ini adalah bagian dari sebuah seri seruan kebangunan rohani—undangan penginjilan, yang berjudul: “Pertanyaan-Pertanyaan Utama Tentang hidup dan Kekekalan.” Akan ada bagian lainnya pada minggu malam berikutnya pada jam tujuh malam. Dan Judul dari khotbah yang akan disampaikan pada minggu malam berikutnya adalah: “Apakah Hanya ada Satu Jalan Untuk Diselamatkan?” Dan malam ini judul khotbah kita adalah: Apakah Yesus Akan Datang Kembali?

Di dalam Alkitab anda, anda boleh membukanya dari Matius 24—Injil yang pertama. Dan kita akan membaca dari ayat 36 hingga ayat 44. Matius 24 : 36 - 44. Dan kami mengundang anda semua yang sedang mendengarkan ibadah ini untuk membuka Alkitab anda dan membacanya dengan nyaring bersama-sama dengan kami. 

Matius pasal 24 dimulai dari ayat 36 hingga ayat 44. Sekarang mari kita baca bersama-sama:

Tetapi tentang hari dan saat itu tidak seorangpun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga tidak, dan Anakpun tidak, hanya Bapa sendiri."

 "Sebab sebagaimana halnya pada zaman Nuh, demikian pula halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia.

Sebab sebagaimana mereka pada zaman sebelum air bah itu makan dan minum, kawin dan mengawinkan, sampai kepada hari Nuh masuk ke dalam bahtera,

Dan mereka tidak tahu akan sesuatu, sebelum air bah itu datang dan melenyapkan mereka semua, demikian pulalah halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia.

Pada waktu itu kalau ada dua orang di ladang, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan;

Kalau ada dua orang perempuan sedang memutar batu kilangan, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan.

Karena itu berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu pada hari mana Tuhanmu datang.

Tetapi ketahuilah ini: Jika tuan rumah tahu pada waktu mana pada malam hari pencuri akan datang, sudahlah pasti ia berjaga-jaga, dan tidak akan membiarkan rumahnya dibongkar.

Sebab itu, hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu duga."

Apakah Yesus Akan Kembali?  

Di dalam pembacaan bagian Alkitab yang paling meremukkan hati saya, sebuah bagian yang paling banyak membuat air mata saya bercucuran  dibanding dengan bagian lain di Alkitab adalah ketika Tuhan kita berkata:

Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah—kita percaya—percayalah juga kepada-Ku—dan kita juga percaya.

Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu.

Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamupun berada.

—“Aku akan datang kembali.” 

Ada dua keagungan, kemuliaan yang tak terbandingkan, peristiwa yang paling bermakna di dalam seluruh sejarah manusia. Di dalam Alkitab ada dua yang menara yang sangat unggul di atas semuanya. Yang pertama dijelaskan dalam Lukas pasal 2 ayat 11 : “Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan di kota Daud.”

Kedatangan Juruselamat kita yang pertama ke dalam dunia ini, Anak Allah yang berinkarnasi, merupakan  awal peristiwa agung sepanjang masa dan sejarah. Dan sepanjang seluruh Alkitab, semuanya bergerak tehadap kehadiran yang mulia dari Allah dan Juruselamat kita, Yesus Kristus. 

Peristiwa agung lainnya dalam seluruh peristiwa yang bergerak sehubungan dengan seluruh masa depan adalah kedatangan kembali dari Tuhan kita, kesudahan zaman, akhir dari seluruh kisah manusia; kedatangan Kristus yang kedua kali.

Ketika kita berpikir tentang kedatangan itu—apakah Yesus akan sungguh-sungguh datang kembali? Ada begitu banyak orang yang melihatnya dengan perbedaan yang sangat luas. Bagi sebagian mereka, hal itu tidak memiliki makna sama sekali. Mereka melewatkannya tanpa berpikir apa-apa tentang kemuliaan itu, kedatangan yang penuh kejayaan ke dalam sejarah yang pernah disebutkan. 

Ada sikap lain juga yang memiliki pandangan terhadap hal itu. Mereka melihatnya sebagai sebuah teologi khayalan, sebagai sebuah dongeng, seperti seorang fanatik yang berbicara tentang pengharapan tetapi tidak memiliki fondasi untuk sebuah doa atau pengharapan terhadap hal itu.

Ada orang-orang yang secara terang-terangan menolak ide itu. Dan saya tidak sedang berbicara tentang orang-orang yang tidak percaya. Saya sedang berbicara tentang teolog-teolog besar. Saya mengutip perkataan dari salah seorang dari mereka: “Harapan dari Kedatangan Kristus yang kedua kalinya merupakan sebuah kegagalan. Anda lihat, Dia tidak datang dan tidak ada tanda-tanda yang nyata tentang kedatanganNya. Pengajaran tentang Dia akan kembali, di dalam awan kemuliaan, dengan membawa kuasa dan kekuasaan, telah terbukti sia-sia. Kita melihat ke sekeliling dunia dan hanya melihat rasa frustasi setelah 2000 tahun. KedatanganNya yang kedua kali tidak tergenapi. Dan hal itu tidak akan digenapi.”

Saya mengutip dari salah satu teolog dunia yang terkemuka, yang berkata: “Orang Kristen mula-mula itu salah. Mereka salah tentang kedatangan Kristus yang kedua kali.” Kemudian ada orang-orang, yang membaca Alkitab dan tetap peka terhadap otoritas Tuhan kita, dan tidak mampu mengeluarkan hal itu dari Kitab Suci, akhirnya mereka mengalegorikannya atau merohanikan masalah tersebut. Sebagai contoh, mereka berkata, “Kristus datang pada saat Pentakosta. Itu adalah kedatangan yang kedua kali dari Tuhan kita.”

Atau mereka berkata, “Kristus datang pada tahun 70 A.D., saat Yerusalem dihancurkan. Itu adalah kedatangan Kristus yang kedua kalinya.

Beberapa dari mereka akan merohanikannya dan berkata, “Dia datang pada pertobatan Konstantin, ketika seluruh Imperium Roma dan seluruh dunia peradaban Barat menjadi Kristen. Itu adalah kedatangan Kristus yang kedua kali.” 

Ada orang-orang yang berkata bahwa Kristus datang kedua kalinya ketika kita bertobat, ketika kita dilahirkan kembali.

Yang lainnya ada yang berkata bahwa kedatangan Kristus yang kedua kalinya di dalam pemberitaan dan penyebaran injil ke seluruh dunia. Itu adalah kedatangan Kristus yang kedua kali.

 Ada yang berkata bahwa kedatangan Kristus adalah ketika kita meninggal. Dia datang dalam kematian kita.

Sekarang, sangat jelas bahwa Tuhan tahu bahwa disana dorongan rohani. Dan Tuhan telah mengambil bagian di dalam Kitab Suci untuk memberi pengakuan bagi kita bahwa Yesus yang kita lihat telah pergi akan datang kembali. 

Di dalam Kisah Rasul  1 : 11, malaikat berkata:

….Dan berkata kepada mereka: "Hai orang-orang Galilea, mengapakah kamu berdiri melihat ke langit? Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke sorga."

Lihat lagi, dalam sebuah contoh tipikal dari tulisan rasul-rasul. Paulus berkata di dalam 1 Tesalonika 4 ayat 16 :

Sebab pada waktu tanda diberi, yaitu pada waktu penghulu malaikat berseru dan sangkakala Allah berbunyi, maka Tuhan sendiri akan turun dari sorga dan mereka yang mati dalam Kristus akan lebih dahulu bangkit;

Sesudah itu, kita yang hidup, yang masih tinggal, akan diangkat bersama-sama dengan mereka dalam awan menyongsong Tuhan di angkasa. Demikianlah kita akan selama-lamanya bersama-sama dengan Tuhan.

 

Tuhan sendiri—Yesus yang sama…

Dan teks yang terdapat dalam Kitab Wahyu. Wahyu 1 : 7 : “Lihatlah Ia datang dengan awan-awan dan setiap mata akan melihat Dia”—bukan hantu, bukan sebuah momok, bukan sebuah mimpi atau penglihatan, tetapi Tuhan sendiri. Dia akan datang kembali.

Ada hukum-hukum penafsiran. Yang disebut Hermeneutik. Ketika orang muda datang ke seminari, dia akan mengambil sebuah pelajaran hermeneutik, yaitu hukum-hukum penafsiran.

Jadi, ini merupakan salah satu dari antaranya. Jika kedatangan Kristus yang kedua dilihat secara rohani, dirohanikan atau dialegorikan—bahwa kedatanganNya adalah sebuah penyebaran injil atau Dia datang pada saat kematian, atau Dia datang pada saat Pantekosta—jika kita merohanikan kedatangan Kristus yang kedua kali, maka dengan hukum penafsiran, kita juga harus merohanikan, atau mengalegorikan kedatanganNya yang pertama. Jika kedatanganNya yang kedua bersifat rohani maka kedatanganNya yang pertama juga harus dilihat secara rohani. 

Jadi, mari kita mencoba untuk melihat secara rohani atau mengalegorikan kedatangan Tuhan yang pertama. Kita akan melakukannya dengan syair dan penderitaan dari pemandangan palungan, inkarnasi dari Tuhan kita yang hidup, dan tidak lama kemudian kita mendengar nyanyian malaikat pada saat kelahiranNya dan sesudah itu ada kata-kata yang tidak ada bandingnya, dari pengajaranNya tentang jalan kepada Allah. Dan kita “terinjak-injak di bawah kaki darah perjanjian yang di dalamnya kita disucikan” dan yang di dalamnya kita menemukan pengampunan atas dosa-dosa kita. Dan kita membuat kebangkitan sebagai sebuah mitos, dongeng nenek tua, sebuah imajinasi, sebuah khayalan. Dan kenaikan yang mulia dari Tuhan kita dari Bukit Zaitun ke dalam sorga, semua hanyalah mimpi, omong kosong dan sia-sia.   

Jika kita mengalegorikan secara rohani tentang kedatangan Kristus yang kedua, maka dengan hukum hermeneutik kita harus mengalegorikan secara rohani kedatangan yang pertama. Tetapi kedatangan Tuhan yang pertama merupakan hal yang nyata. Berdasarkan nubuatan, Dia telah datang, berjalan di antara kita, mengajar kita untuk mengasihi dan melayani Allah, kematianNya adalah kematian yang nyata untuk dosa-dosa kita, dikuburkan, dan pada hari yang ketiga telah bangkit untuk pembenaran kita, dan naik secara tubuh ke dalam sorga.

Dan berdasarkan kekekalan Firman Tuhan yang hidup, kedatanganNya yang kedua sama nyatanya dengan kedatangan yang pertama. Dia datang pertama kali dalam bentuk daging, inkarnasi Kristus. Dan di dalam tubuh itu Dia hidup selamanya. Dia naik ke sorga di dalam tubuh itu, Dia akan datang kembali, Yesus yang sama itu. Dia naik ke sorga di dalam awan-awan. Dia akan datang kembali di dalam awan-awan kemuliaan. 

Ketika kita menggunakan kata “awan,” kita berpikir tentang kabut. “Awan” di sana memiliki arti “shekinah, kemuliaan Allah.” 

Kereta api Tuhan turun dari sorga dan mengangkat Dia ke dalam kemuliaan, di dalam selubung kemuliaan Yang Mahatinggi. Dan Dia akan datang kembali di dalam awan kemuliaan yang sama, selubung shekinah Allah. Kakinya akan berjejak di atas Bukit Zaitun, dan bukit itu akan terbelah di hadapan kedatangan Tuhan yang penuh kemuliaan.

Inilah janji dari Juruselamat kita—bahwa Dia akan datang kembali—merupakan batu penjuru dari bangunan Bait Allah. Tidakkah anda tahu, di dalam Alkitab ini, sembilan kali berbicara tentang kelahiran kembali dari orang yang percaya ; 20 kali berbicara tentang persekutuan kita kepada Kristus melalui pertobatan dan iman ; 380 kali berbicara tentang kedatangan Kristus yang kedua kali?  Satu dari dua puluh lima ayat berbicara tentang kedatangan Kristus yang penuh kemuliaan.

Dan di dalam bagian yang kita baca ini, ada tiga hal yang menjelaskan tentang kedatangan Juruselamat kita. Yang pertama, Dia datang secara pribadi. Ia adalah Yesus yang sama. Matius 24 ayat 30: “Mereka akan melihat Anak Manusia itu datang di atas awan-awan”—Juruselamat sendiri akan datang secara pribadi.

Seorang tua yang kudus sedang terbaring sekarat dan menerima kunjungan dari seorang pemuda, seorang pendeta muda yang baru memulai pelayanannya. Kemudian, ketika dia berbicara kepada orang tua itu yang sedang menghadapi  hari indah yang mulia itu, tentang menghabiskan waktu selamanya bersama dengan Allah, hanya dengan menyeberangi sungai itu, hanya untuk mendengarkan nyanyian para malaikat. Ketika orang muda itu berbicara tentang tempat yang berada di angkasa dan bagaimana dia akan tinggal dan berdiam di rumah besar yang ada di angkasa—dia mengutip bagian Alkitab yang berkata, “Aku pergi untuk menyediakan sebuah tempat bagimu,” sebuah rumah besar di angkasa.

Dan orang tua kudus itu berkata kepada pendeta muda itu, dia berkata, “Dengarlah anak muda. Bukanlah sebuah rumah besar yang ingin dilihat oleh mata tua ini. Saya ingin melihat Juruselamat saya.” “Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali.” 

“Juruselamatlah yang ingin saya lihat. Juruselamatlah yang saya tunggu untuk bertemu dengan saya. Juruselamatlah yang sedang menunggu saya.”

Saya ingin memberi tahu anda sesuatu : Seperti yang anda tahu, saya mengunjungi setiap anak kecil yang datang ke depan dan menerima Yesus sebagai Juruselamatnya. Dan saya berbicara kepada mereka tentang buku kecil yang saya tulis. Mereka mempelajarinya. Bagian pertama adalah: “Apa artinya diselamatkan”; bagian kedua ”Apa makna Dibaptiskan”; bagian ketiga “Apa Artinya Mengambil Perjamuan Tuhan”; bagian keempat “Apa Artinya Menjadi anggota Gereja Yang Baik.”   

Kemudian, salah satu bagian yang saya tanyakan kepada mereka—dan tujuan saya adalah untuk melihat seberapa jauh mereka memberikan respon. Dan saya berkata kepada anak-anak itu, “Jika kamu tidak tahu jawabannya, tidak apa-apa.” Beberapa hal lainnya—saya menuntut bahwa mereka tahu apa makna baptisan dan apa artinya diselamatkan. Tetapi pertanyaan ini selalu saya ajukan untuk melihat jawaban mereka.

Pertanyaannya adalah: “Tuhan menutup ordinansi Perjamuan Tuhan dengan kata-kata ini, ‘Sebab setiap kali kamu makan roti ini dan minum cawan ini, kamu memberitakan kematian Tuhan sampai Ia datang’—sampai Dia datang. Apa maksud dari : ‘sampai Ia datang’?”

Saudara yang terkasih, tahukah anda, selama bertahun-tahun saya telah melakukan hal ini—berbicara dengan anak-anak laki-laki dan anak-anak perempuan sebelum mereka menerima baptisan di gereja, dan saya tidak pernah memiliki sebuah pengecualian untuk itu, dan tidak ada seorang pun yang pernah gagal dalam menjawabnya, yang berkata, “Itu berarti Yesus akan datang kembali. Yesus datang kembali.”

Dan kemudian saya selalu bertannya, “Nak—atau Lassie, apakah kamu percaya akan hal itu? Apakah kamu percaya bahwa Yesus akan datang kembali ke dunia ini?” 

“Ya, saya percaya.” 

Dan kemudian saya bertanya lagi, “Apakah kamu percaya bahwa kamu akan melihat Yesus suatu hari nanti?” 

Dan tanpa pengecualian, setiap anak menjawab, “Ya, Pendeta. Saya percaya bahwa saya akan melihat Yesus pada suatu hari.”

Kelihatannya sangat alami bagi anak-anak untuk memiliki respon seperti itu sama seperti irama nafas atau irama jantung. “Saya percaya bahwa Yesus akan datang kembali. Saya percaya bahwa saya akan melihat pada suatu hari yang mulia.” 

O Tuhan—Dia datang secara pribadi. Dia datang dalam kemuliaan di atas awan-awan, dengan kuasa dan kemuliaan. Dan Dia datang dengan tidak terduga: 

Tetapi tentang hari dan saat itu tidak seorang pun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga pun tidak, hanya Bapa sendiri.

Sebab itu hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak manusia datang pada saat yang tidak kamu duga.

—kapan saja, setiap waktu. 

Alkitab ditutup dengan jenis doa yang seperti itu: “Ia yang memberi kesaksian tentang semuanya ini, berfirman, ‘Ya, Aku datang segera!”’

Dan yang menutup permohonan itu adalah: “Amin—terjadilah—Amin. Datanglah Tuhan Yesus.”

Jika saya tahu di dalam hati saya, saya siap, kapan saja, setiap waktu, datanglah Tuhan Yesus! 

Bolehkah saya berbicara tentang hal lainnya? Kemudian kita akan menyanyikan himne permohonan kita.

Makna dari kedatangan Tuhan kita melampaui dari apa yang dapat saya jelaskan dengan kata-kata, yang dapat saya ekspresikan di dalam bahasa manusia. Yang pertama, maknanya bagi Kristus: “Kebangkitan Tuhan kita merupakan materai dari misinya ke dalam dunia ini. Dia memeteraikan firmanNya dengan kebangkitanNya dari kematian. Inilah Anak Allah. Itulah yang tercatat dalam Roma 1 : 4 yang berkata: “Dia telah—horizo—Dia telah dinyatakan sebagai Anak Allah, dengan kebangkitanNya dari antara orang mati.” Itu merupakan peneguhan yang besar bahwa Dia adalah Anak kemuliaan.

Kemudian, kedatanganNya yang kedua merupakan perwujudan dari setiap mimpi dan harapan yang pernah Dia sajikan bagi kerajaan Allah. Ini adalah kesudahan zaman melalui segala sesuatu yang Kristus telah Dia banjiri di dalam kebenaran dan pengharapan. Itulah maknanya bagi Kristus.

Apa maknanya bagi kita: kedatangan Tuhan kita? Yang pertama dari semua, berdasarkan Kitab Suci, itu merupakan harapan dari seluruh ciptaan : “Sebab dengan sangat rindu”—inilah yang disampaikan dalam Kitab Roma—

Sebab dengan sangat rindu seluruh makhluk menantikan saat anak-anak Allah dinyatakan.

Karena seluruh makhluk telah ditaklukkan kepada kesia-siaan, bukan oleh kehendaknya sendiri, tetapi oleh kehendak Dia, yang telah menaklukkannya,

Tetapi dalam pengharapan, karena makhluk itu sendiri juga akan dimerdekakan dari perbudakan kebinasaan dan masuk ke dalam kemerdekaan kemuliaan anak-anak Allah.

Sebab kita tahu, bahwa sampai sekarang segala makhluk sama-sama mengeluh dan sama-sama merasa sakit bersalin.

Dan bukan hanya mereka saja, tetapi kita yang telah menerima karunia sulung Roh, kita juga mengeluh dalam hati kita sambil menantikan pengangkatan sebagai anak, yaitu pembebasan tubuh kita.

 

Saya tumbuh dalam sebuah pedesaan—tinggal sepanjang waktu dalam sebuah desa yang kecil. Saya sering mendengar lenguhan ternak saat mereka melahirkan. “Segala makhluk sama-sama mengeluh dan sama-sama merasa sakit bersalin hingga sekarang, dan bukan hanya mereka saja”—tidak hanya seluruh ciptaan, bumi ini dipenuhi dengan padang gurun dan seluruh hewan mengeluh, menangis dan mati—

tetapi kita yang telah menerima karunia sulung Roh, kita juga mengeluh dalam hati kita sambil menantikan—untuk apa? Untuk…pembebasan tubuh kita.

Perhatian Allah kepada kita tidak hanya supaya kita dilahirkan kembali, dan memiliki hati dan jiwa yang baru, tetapi perhatian Allah kepada kita adalah supaya kita juga memiliki tubuh yang baru. Penebusan terhadap keseluruhan milik kita—hati kita, tubuh kita, jiwa kita, pikiran kita—kita semua akan diregenerasikan pada saat kebangkitan tubuh kita ketika Yesus datang kembali. Seluruh ciptaan menanti akhir yang mulia itu. Itu adalah makna yang pertama.

Makna yang kedua adalah kebangkitan kita secara pribadi dari antara orang mati. Saya tidak akan membaca bagian yang luar biasa itu, yang terdapat dalam 1 Tesalonika 4 : “Selanjutnya kami tidak mau, saudara-saudara bahwa kamu tidak mengetahui tentang mereka yang meninggal,” sehubungan dengan mereka yang telah meninggal, yang akan diubahkan ke dalam sorga.

Saya memiliki sebuah ibadah pemakaman yang sedang menanti saya—salah satu orang kudus dari dunia ini: “Supaya kamu jangan berdukacita seperti orang lain yang tidak mempunyai pengharapan. Karena jikalau kita percaya, bahwa Yesus telah bangkit, maka kita percaya juga bahwa mereka yang telah meninggal dalam Yesus akan dikumpulkan  Allah bersama-sama dengan Dia.”

O Tuhan, mati adalah sebuah keuntungan bagi orang Kristen.

Dan kemudian, yang terakhir : Tidak hanya bahwa kedatangan Kristus merupakan pembebasan dari seluruh mahluk Allah yang mengeluh dan sakit bersalin, termasuk kita, dan bukan hanya kebangkitan kita secara pribadi—orang-orang yang telah meninggal di dalam Yesus, tetapi ketika Yesus datang, akan ada pembangunan dan perwujudan dari kerajaan Tuhan kita. 

Ketika Dia datang, semua hal yang salah akan Dia jadikan benar. Tidak akan ada lagi kematian dan kedukaan dan air mata dan tangisan, dan penderitaan dan sakit hati. “Dan bumi akan dipenuhi oleh kasih dan pengetahuan tentang Allah, seperti air yang menutupi lautan.”

Oh, mungkinkah itu? Mungkinkah itu?

 

Mungkin saat malam

Ketika pekerjaan telah berakhir,

Dan aku duduk dalam senjakala

Dan melihat matahari terbenam

Sementara aku mendengar anak-anak kota

Sepanjang jalanan,

Diantara jejak-jejak kaki orang banyak itu

Mungkin jejak dari Juruselamatku

Mungkin saat pagi

Ketika mentari bersinar dengan terang benderang

Dan embun berangsur hilang

Dalam kemurnian, di atas potongan rumput

Dengan hari panjang yang sulit di depanku

Aku bangkit bersama matahari

Dan tetangga datang untuk berbicara sejenak

Semuanya itu harus selesai

Saya ingat bahwa Dia mungkin esok

Untuk datang di depan pintu

Untuk memanggilku dari kerjaku yang sibuk

Untuk lebih lagi

Jadi, aku mengamati

Dengan tenang setiap hari,

Sekalipun mentari bersinar dengan cerah

Aku bangkit dan berkata,

“Sesungguhnya ini adalah cahaya dari wajahNya.”

Dan aku melihat

Ke dalam gerbang

Dari tempatNya yang Mahatinggi

Dibalik samudera,

Sebab aku tahu Dia akan datang

Dengan singkat untuk memanggilku

Dan ketika sebuah bayangan jatuh melintasi

Jendela dari ruanganku

Tempat aku mengerjakan tugasku

Aku akan mengangkat kepalaku

Untuk melihat pintu dan berkata,

“Apakah Dia telah datang?”

Dan malaikat menjawab dengan lembut di dalam rumahku,

“Hanya sedikit bayangan lagi

Dan Dia akan datang.”

—Ketika di sana tidak ada lagi kematian, dan penderitaan, dan ratap tangis, sebab hal-hal ini telah berlalu.

Apakah Yesus akan datang kembali? Allah berkata, Ya. Ya, setiap saat, setiap waktu, Tuhan kita mungkin datang.  

Dan itu adalah seruan kami bagi hati anda pada malam hari ini. “Ketika Dia datang, saya telah siap sedia. Saya telah membuka hati saya kepadaNya. Saya telah meminta Dia untuk membasuh dosa-dosa saya. Saya telah memberikan hidup saya untuk dipercayakan kepadaNya. Adalah tujuan saya untuk mengasihi Dia selama Dia memberikan nafas kepada saya. 

“Dan ketika saya meninggal, saya akan mengkomitmenkan jiwa saya ke dalam pemeliharaan dan penjagaanNya. Saya bergantung kepada Tuhan Yesus, ketika saya berdiri di pengadilan terakhir. Dan saya mempercayakan Dia untuk membuka gerbang sorga sehingga anak-anakNya dapat masuk ke dalam.”

Apakah anda telah melakukan hal itu? Ini adalah waktu Allah, momen yang paling mulia dan yang paling indah di dalam hidup anda: momen ketika anda menerima Yesus sebagai Juruselamat anda. Lakukanlah itu pada malam hari ini. Bolehkah kita berdiri bersama-sama?

Tuhan kami, Tuhan kami yang hidup, Tuhan kami yang akan datang, Tuhan kami yang menang, O Yesus yang mulia, betapa merupakan sebuah hari yang mulia ; ketika kami akan bertemu dengan Engkau muka dengan muka!  

Dan Tuhan kami berdoa bahwa tidak seorang pun yang hadir di hadapan ilahi pada malam ini yang berkata tidak untuk Juruselamat kami yang luar biasa. Mungkin ini akan menjadi malam untuk percaya dan mengaku dan diselamatkan, malam untuk berkata : “Tuhan Yesus, aku datang malam ini. Aku membuka hatiku untukMu. Aku meminta kepadaMu untuk mengampuni semua dosa-dosaku. Aku meminta Engkau untuk menulis namaku di dalam Kitab Kehidupan. Aku meminta Engkau untuk tinggal di dalam hatiku, untuk berjalan disampingku, dan pada suatu hari akan bersama denganku ketika aku menghadapi kematian, dan sampai selama-lamanya, aku dapat tinggal bersama-sama dengan Engkau di dalam sorga.”

Dan pada kesempatan ini, ketika jemaat kita berdiri dan menunggu anda, turunlah melalui salah satu tangga ini bagi anda yang berada di atas balkon dan datanglah melalui salah satu lorong bangku ini bagi anda yang berada di lantai bawah dan katakan : “Pendeta, malam ini saya menerima Yesus sebagai Juruselamat saya”—seorang bocah, seorang anak gadis, seorang pemuda, sebuah keluarga, sebuah pasangan atau seseorang dari anda, mari datanglah.

Dan Tuhan kami, kami bersyukur kepadaMu untuk orang-orang yang datang, dan semoga malaikat hadir bersama dengan mereka saat mereka berjalan untuk menjawab panggilan ini dengan seluruh hidup mereka. Di dalam nama Juruselamat kami yang hidup, yang akan datang kembali, kami berdoa, Amin.

 

Alih bahasa: Wisma Pandia, Th.M.