CAWAN MURKA YANG TERAKHIR: PERANG HARMAGEDON

(FINAL SUPER BOWL: BATTLE OF ARMAGEDDON)

 

Dr. W. A. Criswell

 

Wahyu 16:13-16

 

01-30-94

 

Ini adalah Gereja First Baptist Dallas. Gembala kita yang mulia, Dr. O. S. Hawkins, telah meminta saya, rekannya, W. A. Criswell, gembala senior dari gereja ini untuk menyampaikan khotbah pada malam hari ini. Dan merupakan sebuah sukacita bagi saya untuk melakukan apa yang dia minta atau apa yang dia tugaskan kepada saya. Tidakkah anda tahu bahwa saya pergi ke Fort Lauderdale pada saat Natal untuk melihat pawai natalnya? Saya melihat setiap malam sekitar dua minggu. Dan ada ribuan karakter yang ada di pawai itu. Itu merupakan sebuah hasil yang berlimpah-limpah. Lalu, ketika saya berada di sana, saya mendengar sebuah kisah tentang dia. Secara tidak sengaja, mereka sampaikan kepada saya, bahwa seorang ibu di dalam jemaat itu sakit. Dari pada meminta dia datang, yaitu sang gembala, mereka meminta pendeta Metodis untuk menemui ibu itu. Lalu, pendeta Metodis itu datang dan seorang gadis kecil membuka pintu. Dan pendeta Metodis itu berkata, “Saya menduga pendeta anda, Dr. Hawkins pergi ke luar kota karena ibu anda sakit dan meminta saya pendeta Metodis untuk datang dan menemui ibu anda.” “Oh, tidak, tidak,” kata gadis kecil itu. “Pendeta kami, Dr. Hawkins berada di kota ini. tetapi kami pikir, ibu kami menderita penyakit menular, dan kami tidak ingin mengungkapkannya kepada pendeta kami,’ Setiap orang mengasihi anda saudaraku, dan terutama saya. Juga istri anda, saya mengasihi anda semua.

Perang Harmagedon. Anda dapat membaca teksnya. Di dalam Kitab Wahyu pasal enam belas. Pasukan yang sangat besar dari seluruh bumi berkumpul bersama-sama di dalam perang besar itu—polemon, pertempuran.  “Di dalam polemon yang besar itu—perang besar pada hari Allah Yang Mahatinggi…..dan dia mengumpulkan mereka bersama-sama di dalam sebuah tempat yang dalam bahasa Ibrani disebut Harmagedon—gunung Megido, dan bahasa Yunani menempatkannya bersama-sama di dalam sebuah kata “Harmagedon” [Wahyu 16:14-16].  Salah satu hal yang paling tidak biasa yang disingkapkan dalam Alkitab adalah hal ini, bahwa sejarah manusia berakhir di dalam pertumpahan darah dan di dalam perang. Seluruh peradaban menemukan klimaksnya dalam bencana yang mengerikan ini. Di mana saja kita membaca nubuatan  dan di mana saja masa depan dibentangkan, pasti terdapat wahyu yang sama. Seluruh sejarah umat manusia berakhir di dalam perang yang sangat hebat dan sukar untuk dilukiskan. Saya berdoa agar anda tidak merasa bosan jika saya mengambil beberpa nubutan yang berkaitan dengan hal itu di dalam Alkitab dan supaya anda melihat, tanpa pengecualian, di mana saja Allah bernubuat, akan menyingkapkan kepada kita tentang kesudahan zaman, dan tanpa pengecualian selalu berakhir di dalam darah, di dalam perang di dalam huru hara dan tragedi.

Sebagai contoh, mari kita melihat di dalam Yesaya pasal tiga puluh empat:

Marilah mendekat, hai bangsa-bangsa, dengarlah, dan perhatikanlah, hai suku-suku bangsa! Baiklah bumi serta segala isinya mendengar, dunia dan segala yang terpancar dari padanya.

Sebab Tuhan murka atas segala bangsa, dan hati-Nya panas atas segenap tentara mereka. Ia telah mengkhususkan mereka untuk ditumpas dan menyerahkan mereka untuk dibantai.

Orang-orangnya yang mati terbunuh akan dilemparkan, dan dari bangkai-bangkai mereka akan naik bau busuk; gunung-gunung akan kebanjiran darah mereka.

Segenap tentara langit akan hancur, dan langit akan digulung seperti gulungan kitab, segala tentara mereka akan gugur seperti daun yang gugur dari pohon anggur, dan seperti gugurnya daun pohon ara.

Sebab pedang-Ku yang di langit sudah mengamuk, lihat, ia turun menghakimi Edom, bangsa yang Kukhususkan untuk ditumpas.

Tuhan mempunyai sebilah pedang yang berlumuran darah....

Seluruh negerinya diresapi oleh darah, dan tanah mereka penuh dengan lemak.

Sebab Tuhan mendatangkan hari pembalasan dan tahun pengganjaran karena perkara Sion.  [Yesaya 34:1-8]. 

Itu adalah akhir dari dunia, menurut Yesaya pasal tiga puluh empat. Saya berpaling ke Yesaya pasal enam puluh tiga: “Siapa dia yang datang dari Edom, yang datang dari Bozra dengan baju yang merah, dia yang bersemarak dengan pakaiannya, yang melangkah dengan kekuatannya yang besar?; Akulah yang menjanjikan keadilan dan yang berkuasa untuk menyelamatkan!’ Mengapakah pakaian-Mu semerah itu, dan baju-Mu seperti baju pengirik buah anggur? Aku seorang dirilah yang melakukan pengirikan, dan dari antara umat-Ku tidak ada yang menemani Aku! Aku telah mengirik bangsa-bangsa dalam murka-Ku, dan Aku telah menginjak-injak mereka dalam kehangatan amarah-Ku; semburan darah mereka memercik kepada baju-Ku, dan seluruh pakaian-Ku telah cemar.” [Yesaya 63:1-3].  Yang berjarak sekitar dua ratus mil dari Bozra ke Megido. Tuhan menampakkan diri pada hari peperangan itu diselimuti oleh darah. Saya berpaling ke Yehezkiel, dan saya tidak memiliki waktu untuk membaca pasal tiga puluh delapan dan pasal tiga puluh sembilan, yaitu penglihatan Yehezkiel tentang hari yang mengerikan dari kesudahan.  Saya berpaling ke Daniel, pasal tujuh ayat tujuh: “Kemudian aku melihat dalam penglihatan malam itu, tampak seekor binatang yang keempat, yang menakutkan dan mendahsyatkan, dan ia sangat kuat. Ia bergigi besar dari besi; ia melahap dan meremukkan, dan sisanya diinjak-injaknya dengan kakinya; ia berbeda dengan segala binatang yang terdahulu . . .” [Daniel 7:7].  Ini adalah yang terakhir dan yang paling mengerikan.

Saya berpaling ke Yoel pasal 2, “ Tiuplah sangkakala di Sion dan berteriaklah di gunung-Ku yang kudus! Biarlah gemetar seluruh penduduk negeri, sebab hari Tuhan datang, sebab hari itu sudah dekat” [Yoel 2:1].  Seperti apakah akhir dari kesudahan zaman, akhir dari sejarah?  “Suatu hari gelap gulita dan kelam kabut, suatu hari berawan dan kelam pekat; seperti fajar di atas gunung-gunung terbentang suatu bangsa yang banyak dan kuat, yang serupa itu tidak pernah ada sejak purbakala, dan tidak akan ada lagi sesudah itu turun-temurun, pada masa yang akan datang. Di depannya api memakan habis, di belakangnya nyala api berkobar. Tanah di depannya seperti Taman Eden, tetapi di belakangnya padang gurun tandus, dan sama sekali tidak ada yang dapat luput. ” [Yoel 2:2, 3].  Dan keseluruhan pasal itu: “Di depannya bumi gemetar, langit bergoncang; matahari dan bulan menjadi gelap, dan bintang-bintang menghilangkan cahayanya. Dan Tuhan memperdengarkan suara-Nya di depan tentara-Nya. Pasukan-Nya sangat banyak dan pelaksana firman-Nya kuat. Betapa hebat dan sangat dahsyat hari Tuhan! Siapakah yang dapat menahannya? ” [Yoel 2:10, 11].  Saya ulangi: Tidak ada pengecualian terhadap hal itu.

 

Maklumkanlah hal ini di antara bangsa-bangsa: bersiaplah untuk peperangan, gerakkanlah para pahlawan; suruhlah semua prajurit tampil dan maju!

Tempalah mata bajakmu menjadi pedang dan pisau-pisau pemangkasmu menjadi tombak; baiklah orang yang tidak berdaya berkata: "Aku ini pahlawan!"

Bergeraklah dan datanglah, hai segala bangsa dari segenap penjuru, dan berkumpullah ke sana! Bawalah turun, ya Tuhan, pahlawan-pahlawanMu

Baiklah bangsa-bangsa bergerak dan maju ke lembah Yosafat, sebab di sana Aku akan duduk untuk menghakimi segala bangsa dari segenap penjuru.

Ayunkanlah sabit, sebab sudah masak tuaian; marilah, iriklah, sebab sudah penuh tempat anggur; tempat-tempat pemerasan kelimpahan, sebab banyak kejahatan mereka. [Yoel 3:9-13]. 

Saya berpaling sekali lagi ke dalam Zakharia: Sesungguhnya akan datang hari yang ditetapkan Tuhan, maka jarahan yang dirampas dari padamu akan dibagi di tengah-tengahmu. Aku akan mengumpulkan segala bangsa untuk memerangi Yerusalem, rumah-rumahnya akan dirampoki dan perempuan-perempuannya akan ditiduri….Kemudian Tuhan akan maju berperang melawan bangsa-bangsa itu seperti Ia berperang pada hari pertempuran” [Zakharia 14:1-3]. 

Saya mengutip dari perkataan Tuhan kita di dalam Matius dua puluh empat:

Jadi apabila kamu melihat Pembinasa keji berdiri di tempat kudus, menurut firman yang disampaikan oleh nabi Daniel….

Maka orang-orang yang di Yudea haruslah melarikan diri ke pegunungan.

Orang yang sedang di peranginan di atas rumah janganlah ia turun untuk mengambil barang-barang dari rumahnya, dan orang yang sedang di ladang janganlah ia kembali untuk mengambil pakaiannya.

Celakalah ibu-ibu yang sedang hamil atau yang menyusukan bayi pada masa itu.

Berdoalah, supaya waktu kamu melarikan diri itu jangan jatuh pada musim dingin dan jangan pada hari Sabat.

Sebab pada masa itu akan terjadi siksaan yang dahsyat seperti yang belum pernah terjadi sejak awal dunia…..

Dan sekiranya waktunya tidak dipersingkat, maka dari segala yang hidup tidak akan ada yang selamat; akan tetapi oleh karena orang-orang pilihan waktu itu akan dipersingkat.  [Matius 24:15-22]. 

—Allah memiliki belas kasihan bagi kita. 

Segera sesudah siksaan pada masa itu, matahari akan menjadi gelap dan bulan tidak bercahaya dan bintang-bintang akan berjatuhan dari langit dan kuasa-kuasa langit akan goncang. Pada waktu itu akan tampak tanda Anak Manusia di langit dan semua bangsa di bumi akan meratap dan mereka akan melihat Anak Manusia itu datang di atas awan-awan di langit dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya.[Matius 24:29, 30]. 

Betapa sebuah hari yang mengagumkan, sukar untuk dilukiskan!

Dan saya tidak memiliki waktu untuk membaca surat Paulus yang kedua kepada jemaat Tesalonika pada pasal yang kedua, dia berbicara tentang hari ketika manusia durhaka itu disingkapkan, anak yang penghukuman dan seluruh dunia masuk dilemparkan ke dalam hukuman.   

Sekarang, saya memohon kemurahan anda dengan mengambil sedikit waktu untuk membaca beberapa bagian dalam Wahyu. Ingatlah apa yang sedang kita lakukan. Tidak ada pengecualian terhadap hal ini. Di dalam seluruh Firman Allah, nubuatan tentang masa yang terakhir itu selalu penuh dengan perang dan darah dan huru hara dan pencobaan dan terror dan pembinasaan. Sebagai contoh kita dapat melihat Wahyu pasal sembilan: “Dan pada masa itu orang-orang akan mencari maut, tetapi mereka tidak akan menemukannya, dan mereka akan ingin mati, tetapi maut lari dari mereka.” [Wahyu 9:6].  Lalu empat malaikat telah dipersiapkan bagi hari itu, jam itu dan tahun itu, yang akan dilepaskan untuk membunuh, dan jumlah pasukan di dalam konfrontasi yang mengerikan itu sebanyak dua ratus juta orang—satu pasukan. Aku mendengar jumlah kumpulan orang banyak di peperangan Harmagedon. Kemudian anda membaca teks: “Maka timbullah peperangan di sorga. Mikhael dan malaikat-malaikatnya berperang melawan naga itu, dan naga itu dibantu oleh malaikat-malaikatnya, Tetapi mereka tidak dapat bertahan; mereka tidak mendapat tempat lagi di sorga. Dan naga besar itu, si ular tua, yang disebut Iblis atau Satan, yang menyesatkan seluruh dunia, dilemparkan ke bawah; ia dilemparkan ke bumi, bersama-sama dengan malaikat-malaikatnya” [Wahyu 12:7-9].  Karena itu bersukacitalah, hai sorga dan hai kamu sekalian yang diam di dalamnya, celakalah kamu, hai bumi dan laut! karena Iblis telah turun kepadamu, dalam geramnya yang dahsyat, karena ia tahu, bahwa waktunya sudah singkat, menghadapi peperangan Harmagedon.

Dan di dalam pasal empat belas:

Dan seorang malaikat lain datang dari mezbah; ia berkuasa atas api dan ia berseru dengan suara nyaring kepada malaikat yang memegang sabit tajam itu, katanya: “Ayunkanlah sabitmu yang tajam itu dan potonglah buah-buah pohon anggur di bumi, karena buahnya sudah masak.”

Lalu malaikat itu mengayunkan sabitnya ke atas bumi, dan memotong buah pohon anggur di bumi dan melemparkannya ke dalam kilangan besar, yaitu murka Allah.

Dan buah-buah anggur itu dikilang di luar kota dan dari kilangan itu mengalir darah, tingginya sampai ke kekang kuda dan jauhnya dua ratus mil.—Darah dari Bozra hingga Megido, sejauh dua ratus mil [Wahyu 14:18-20]. 

Hal itu melampaui imajinasi saya—melampaui pikiran saya.

Di dalam pasal sembilan belas:

Lalu aku melihat sorga terbuka: sesungguhnya, ada seekor kuda putih; dan Ia yang menungganginya bernama: "Yang Setia dan Yang Benar", Ia menghakimi dan berperang dengan adil.

Dan mata-Nya bagaikan nyala api dan di atas kepala-Nya terdapat banyak mahkota dan pada-Nya ada tertulis suatu nama yang tidak diketahui seorangpun, kecuali Ia sendiri.

Dan Ia memakai jubah yang telah dicelup dalam darah dan nama-Nya ialah: "Firman Allah."

Dan semua pasukan yang di sorga mengikuti Dia; mereka menunggang kuda putih dan memakai lenan halus yang putih bersih.

Dan dari mulut-Nya keluarlah sebilah pedang tajam yang akan memukul segala bangsa. Dan Ia akan menggembalakan mereka dengan gada besi dan Ia akan memeras anggur dalam kilangan anggur, yaitu kegeraman murka Allah, Yang Mahakuasa.

Dan pada jubah-Nya dan paha-Nya tertulis suatu nama, yaitu: "RAJA SEGALA RAJA DAN TUAN DI ATAS SEGALA TUAN."  [Wahyu 19:11-16]. 

Saya diliputi oleh rasa kagum yang sangat mendalam ketika saya mempersiapkan khotbah untuk malam ini. Tidak ada pengecualian terhadap nubuatan itu di dalam Firman Allah. Seluruh sejarah berakhir di dalam darah dan di dalam perang dan di dalam konfrontasi yang mengerikan. Lalu saya membayangkan hal ini melalui perkataan pendeta kita, saat berdiri di Gunung Megido, di sebelah kiri anda, pegunungan Karmel hingga Laut Mediterania. Dan di sebelah kanan anda, lembah Esdaraelon dan Yizreel hingga Jordan Arabau.  Dan daratan luas yang terbentang di hadapan anda itu adalah tempat yang paling banyak pertemuran dibandingkan dengan tempat lain di bumi ini.  Di sanalah Barak dan Debora mengalahkan Sisera. Itu merupakan lembah yang sama ketika Gideon mengalahkan Midian. Itu adalah lembah yang sama tempat Saul dan anaknya dibunuh oleh orang Filistin. Dan itu adalah lembah yang sama tempat Yehu membunuh Ahas, raja Yehuda dan cucu Izebel. Itu adalah lembah yang sama dimana Yosia yang mengambil sepasukan kecil untuk menahan serangan Firaun Nekho dan orang-orang Mesir—dan Yosia terbunuh. 

Di dalam Zakharia disebutkan bahwa di akhir zaman ini di sana ada sebuah ratapan seperti ratapan atas Hadad-Rimon di lembah Megido [Zakharia 12:11].  Itu adalah lembah yang sama dimana ratapan Yeremia dan orang Israel terdengar di Hadad Rimon di Lembah Megido. Dan di lembah itu juga sering terjadi pertempuran—Druses, Turki, bahkan Napoleon Bonaparte.  Betapa merupakan sebuah hal yang hebat di dalam sejarah manusia. Ini adalah perang yang paling pokok dan yang terakhir. Dari Bozra hingga dua ratus mil ke Megido dan seluruh tanah ditutupi oleh darah manusia. Itu merupakan sebuah wilayah yang kecil bagi kita. Israel tidak lebih besar dari wilayah Teksas kita. Di satu tempat, lebarnya tidak lebih dari enam mil. Akan tetapi Allah berkata di tempat itulah akhir dari kesudahan zaman, perang dari seluruh sejarah.

Jadi kita akan melihatnya untuk sesaat. Ini adalah sebuah perang yang nyata. Perang Harmagedon. Ada sebuah kontroversi kekuatan yang kita rasakan di dalam kehidupan umat manusia kita yang kita hadapi secara muka dengan muka: Setan dan Tuhan, iblis dan malaikat Allah, orang-orang yang mengasihi Kristus dan mengikuti keretaNya, dan orang-orang yang melayani iblis yang gelap. Kitab Wahyu pasal sembilan belas berkata bahwa ada orang-orang yang dipimpin Binatang, Antikristus, Nabi Palsu, yaitu oleh raja-raja kafir dari dunia ini. Dan bagaimanakah seluruh pasukan itu berada di sana pada waktu yang sama? Bolehkah saya mengambil contoh dari hidup saya dalam menjelaskan hal itu? Suatu ketika saya sedang berkhotbah di Los Angeles. Dan pada malam itu saya menerima pesan dari Konvensi Konservatif Baptis Utara yang mengadakan pertemuan di Detroit. Dan saya memesan seabuah pesawat dan akan bertukar di Chicago. Dan saya memiliki waktu untuk dapat hadir di Konvensi Detroit itu.  Ketika saya akan pergi naik ke pesawat saya, saya bertemu dengan perwakilan penerbangan yang berkata bahwa pesawat itu telah penuh dan tidak ada tempat bagi saya. Tetapi di sana ada sebuah pesawat yang akan pergi ke Chicago, dan maukah saya mengambil tempat itu. Saya berkata, “Baiklah, hal itu tidak membuat perbedaan bagi saya.” Dan ketika saya naik pesawat itu, saya melihat bahwa pesawat itu sangat berbeda, dan dapat membuat saya terlambat di Chicago untuk meneruskan penerbangan selanjutnya ke Detroit dan saya marah. Saya tidak pernah segusar itu dalam hidup saya. Tetapi saya tidak dapat melakukan hal lain selain naik pesawat itu. Saya naik ke pesawat itu dengan marah dan duduk di bangku yang telah diberikan kepada saya, di baris kedua. Lalu, saya mengangkat wajah saya dan di sana ada seorang kolonel. Dan di sana ada seorang jenderal bintang satu, dan ada seorang mayor, kemudian saya melihat siapakah yang duduk di samping saya. Dia memiliki lima bintang di bahunya. Dan saya melihatnya dan di sana ada Jenderal Omar Bradley—kepala angkatan bersenjata Amerika Serikat yang berada di bawah Presiden Amerika Serikat. Untuk mengkombinasikan kisah saya ini, dia baru saja dari Kalifornia. Anaknya baru saja tewas dalam sebuah pesawat. Dia adalah seorang penguji pilot. Dan ketika dia mengetahui bahwa saya adalah seorang pendeta, anda pasti akan berpikir bahwa saya adalah seorang utusan dari sorga. Dia berbicara kepada saya tentang isi hatinya. Oh, seandainya saya hidup ribuan tahun, saya tidak akan pernah melupakan pembicaraan saya selama beberapa jam dengan Jendral Omar Bradley.  Dia baru saja memecat Jendral Douglas MacArthur.  Dan Presiden Amerika Serikat setuju dan tentu saja negara sangat marah. Lalu dia berperang dalam Perang Korea. Bersama dengan dia ada sebuah kertas yang sangat panjang dan menjelaskan kepada saya mengapa ia memecat Jendral  Douglas MacArthur.  Kemudian saat waktu terus berlalu, saya bertanya kepada dia tentang pertanyaan yang saya munculkan tentang perang Harmagedon ini. Saya bertanya, mengapa pada masa bom atom dan bom hidrogen ini kita membutuhkan pasukan? Mengapa kita tidak melakukan perang dengan bahan peledak itu saja? Dan dia menjawab. Dia berkata, “Anda tidak dapat berperang dengan bom atom saja.” Dan dia memberikan dua alasan. Dia berkata, “Yang pertama, di mana saja anda menaklukkan sebuah wilayah, seseorang harus berada di sana untuk menguasainya dan di sana harus ada polisi, di sana harus ada seorang pemimpin untuk mengontrolnya dan menuntunnya. Anda harus memiliki pasukan jika anda menaklukkan sebuah wilayah.” “Yang kedua,” katanya, “Alasan yang paling besar mengapa anda harus memiliki pasukan adalah karena hal ini: Anda harus memiliki pasukan untuk mendorong yang lain agar berkumpul bersama-sama.” Karena, dia berkata, “Bom atom dan bom hidrogen tidak akan berguna seandainya pasukan bertebaran di atas seluruh daratan. Karena jika anda meledakkan di sini, anda mungkin hanya dapat membunuh sepuluh prajurit. Dan jika anda meledakkan bagian sana, anda mungkin hanya dapat membunuh lima belas prajurit. Dan satu-satunya cara agar sebuah bom atom dapat berguna dengan maksimal dan menguntungkan adalah ketika anda dapat mengkonsentrasikan musuh di suatu tempat sehingga anda dapat menjatuhkan bom itu di sana.” Dan dia berkata, “Agar kita dapat menekan musuh itu untuk berkumpul bersama-sama, anda harus memiliki sebuah pasukan untuk mendesak mereka sehingga anda dapat menjatuhkan bom ke atasnya.” Demikianlah dia menjelaskan kepada saya mengapa kita tidak pernah memiliki perang tanpa pasukan. Anda tidak dapat melakukannya, katanya.  

Dan itulah yang secara tepat di sampaikan oleh Firman Allah. Pasukan dari seluruh dunia berada di sana. Dan bagaimanakah mereka dapat berada di sana? Menurut teks yang telah anda baca, mereka berada di sana karena ditipu oleh roh-roh najis dan membawa mereka ke Harmagedon. Hal itu sama seperti yang ditanyakan oleh Yosafat: bagaimanakah kita akan menyuruh Ahab ke Ramoth Gilead, di mana Allah berkata bahwa dia akan terbunuh di sana? Dan sebuah roh jahat berkata, aku akan pergi dan menguasai nabi-nabinya. Dan mereka berkata: majulah. Dan roh jahat serta nabi-nabinya membujuk Ahab untuk pergi ke Ramoth-Gilead, dan di sana, raja Ahab yang jahat terbunuh. Itulah yang akan terjadi di dunia ini. roh-roh najis ini akan membujuk dan meyakinkan seluruh dunia dan meminta mereka untuk mengirim pasukan mereka ke Timur Tengah. Dan di sana mereka berada. Satu pasukan dari timur berjumlah dua juta orang. Dan terjadi perang dari Bozra hingga Megido dan darah mengalir sepanjang dua ratus mil. Sukar untuk dibayangkan. Saya tidak memiliki waktu untuk berbicara tentang teror perang itu. Hal itu digambarkan dalam nubuatan ini. Orang-orang berseru bagi batu-batu karang dan gunung-gunung untuk menimpa mereka, untuk menyembunyikan mereka dari wajah Dia yang di atas Takhta dan dari murka yang besar dari Anak Domba. Sebab sudah tiba hari murka mereka dan siapakah yang dapat bertahan? 

Jika anda telah membaca kisah dari Perang Antara Negara Bagian, William Tecumseh Sherman adalah seorang Roma Katolik. Dan dia membenci Protestan, dan dia membakar gereja-gereja mereka dan rumah-rumah mereka. Saya telah berkhotbah—saya membayangkan yang anda miliki—di Gereja First Baptist Columbia di South Carolina. Dan saya berkata, “Bagaimanakah  gereja di dunia ini melarikan diri dari murka dan api dari Jendral Sherman yang berkata: ‘Perang adalah neraka,’ dan dia mengilustrasikannya?” Dan mereka berkata, “mereka menunjuk gereja lain dan dia membakar yang satu itu sebagai gantinya.” Itu adalah alasan yang satu itu masih di sana. Oh, terror dan ketakutan dari konfrontasi ini. Sebuah  hal yang aneh tentang hal itu, tidak ada sebuah kompromi di dalam perang itu. Sama seperti hari ini, anda harus diselamatkan atau terhilang, anda tidak dapat berada di antaranya. Harus berada di sisi yang satu atau di sisi yang lainnya. Tidak ada penonton yang tidak berkepentingan. Tidak ada wartawan yang menulis pada kedua sisinya. Tidak ada pabrik senjata dan amunisi yang menjual kepada kedua pasukan. Hanya kepada yang satu atau yang satunya lagi.

Saya harus menutup. Biarkan saya menutupnya sebagaimana nubuatan itu ditutup. Seperti yang anda tahu, yang pertama Dia datang secara rahasia, secara diam-diam, secara sembunyi-sembunyi dan membawa ke sorga orang-orang yang percaya kepadanya—yaitu anda. Dan berada di sana bersama dengan Dia, menerima upah atas pekerjaan kita dan kita duduk bersama dengan Dia di Perjamuan Kawin Anak Domba, semua berlangsung di sorga. Dan di bawah sini, di dunia, terjadi Kesusahan Besar yang sangat mengerikan. Saudara yang terkasih, bagaimana rasa takut yang ada pada masa itu. Saya telah pergi sebanyak dua kali pergi dalam sebuah misi penginjilan ke Rusia, pada masa Komunis. Dan ketika saya berada di sana, kepada saya ditunjukkan sebuah kartun. Dan inilah yang digambarkan kartun ini.  Ada sebuah tangga yang besar di dalam kartun itu, tangga sangat tinggi dan bersandar ke awan. Dan di puncak awan itu, di atas tangga, ada seorang pekerja, seorang pekerja Rusia, dan dia memiliki sebuah martil di tangannya. Dan martil itu diangkat dan di hadapannya, di atas awan ada Allah Bapa, Allah Putra dan Allah Roh Kudus. Dan tulisan di bawahnya dalam bahasa Rusia berbunyi, “Sebagaimana kita telah menghancurkan Allah yang di bumi dengan martil ini, sekarang kita akan menghancurkan Allah yang di sorga.” Itulah isi kartun itu. Ketika saya membacanya, anda tahu apa yang saya pikirkan? Saya memikirkan tentang Mazmur pasal dua:

Mengapa rusuh bangsa-bangsa, mengapa suku-suku bangsa mereka-reka perkara yang sia-sia?

Raja-raja dunia bersiap-siap dan para pembesar bermufakat bersama-sama melawan Tuhan dan yang diurapi-Nya:

"Marilah kita memutuskan belenggu-belenggu mereka dan membuang tali-tali mereka dari pada kita!"

Dia, yang bersemayam di sorga, tertawa; Tuhan mengolok-olok mereka.

Maka berkatalah Ia kepada mereka dalam murka-Nya dan mengejutkan mereka dalam kehangatan amarah-Nya….

Engkau akan meremukkan mereka dengan gada besi, memecahkan mereka seperti tembikar tukang periuk." [Mazmur 2:1-9]. 

Itu adalah akhir dari peradaban. Mereka ini adalah orang-orang yang berkumpul untuk menghancurkan nama Allah di dalam dunia dan menghancurkan umat Allah di planet ini, Tuhan akan tertawa, menahan mereka di dalam cemoohan dan masa akhir itu akan tiba.  

Dia datang tidak akan atas sebuah wilayah kehidupan binatang. Dia akan datang sebagai seorang penakluk. Dan Dia diiringi oleh malaikat-malaikat Allah. Wahyu menggunakan muriades muriadon—myriads—“ berlaksa-laksa dan beribu-ribu laksa” (Wahyu 5:11). Apakah anda mengingat satu orang malaikat, ketika Hizkia berkata: “Allah—dan Sanherib orang Asyur sedang mengepung kota itu—Hizkia berdoa kepada Allah, dan satu malaikat membunuh seratus delapan puluh lima pasukan Asyur (2 Raja-raja 19:35)—muriades muriadon, berlaksa-laksa. Bahkan Tuhan kita berkata: Aku memiliki satu pasukan malaikat” (Matius 26:53). Saudara yang terkasih, kuasa dibalik orang-orang kudus, Musa berbicara dan Laut Mati terbelah dan kemudian bersatu kembali. Daud, dengan satu batu, membunuh raksasa. Samson dengan satu tangan mencabik-cabik singa hingga berkeping-keping. Orang-orang kudus datang bersama dengan Dia. Dan tentu saja, di atas semuanya, Tuhan sendiri. Kitab Wahyu pasal pertama: “Dari mulutNya keluar sebilah pedang tajam bermata dua” (Wahyu 1:16). Dan di dalam teks yang anda baca di pada pasal sembilan belas,  “Dan dari mulut-Nya keluarlah sebilah pedang tajam yang akan memukul segala bangsa” [Wahyu 19:15]. 

Sebagaimana anda tidak dapat membunuh Allah, sebagaimana anda tidak dapat membunuh malaikatNya yang mulia, sebagaimana anda tidak dapat membunuh orang-orang kudusNya yang telah bangkit, demikian juga anda tidak dapat membunuh penobatan dan Tuhan Yesus yang telah bangkit. Dia menang selamanya. Dan di sana tidak akan ada lagi pengkhotbah liberal. Dan di sana tidak akan ada lagi para dalang yang membuat lelucon atas Firman Allah. Dan di sana tidak akan ada lagi satupun yang meragukan nubuatan Allah yang kudus, yang diinspirasikan, yang diilhamkan, dan yang tanpa salah. Lalu, hal itu ditutup—setelah pasal 19 dan 20—milenium yang hebat. Tuhan kita hadir—Penguasa dari seluruh ciptaan. Kemudian pasal 21 dan 22—sebuah langit baru dan sebuah bumi yang baru, dan kota Allah yang baru, Yerusalem yang mulia turun dari Allah Bapa dari sorga—rumah kita. Di atas jalan emas yang indah, rumah kita di mana kita akan hidup selama-lamanya satu sama lain di dalam kasih sampai selama-lamanya, dan memuji Juruselamat kita—dunia tanpa akhir.

                        Mungkin siang hari, mungkin saat senja

                        Mungkin saat kegelapan tengah malam

                        Yang akan terang benderang oleh kilau cahaya kemuliaanNya

                        Ketika Yesus menerima milik kepunyaanNya

O sukacita! O, kesenangan! Haruskah kita pergi tanpa kematian,

Tanpa sakit, tanpa kesedihan, tanpa ketakutan tanpa tangisan,

Diangkat bersama dengan Tuhan kita melalui awan-awan

ke dalam kemuliaan

Ketika Yesus menerima milik kepunyaanNya

Oh, Tuhan Yesus, Berapa lama? Berapa lama?

Hingga kami menyanyikan lagu kesenangan.

Kristus datang kembali.

                        Kristus datang kembali! Haleluya!

                        Haleluya! Amin. 

Itu adalah kesudahan zaman dan kemenangan kita yang paling puncak di dalam Dia.

Sekarang, anda gembala yang luar biasa, saya ingin anda datang dan berdiri di sebelah sana.

 

Alih bahasa: Wisma Pandia, Th.M.